Selasa, 05 Februari 2013

Hatiku seakan mati memendam luka yang selalu terasa perih.
Mengharapkan kebahagiaan yang tak kunjung aku dapatkan.
Diriku rapuh seiring berubahnya sikapmu..
Kadang aku berpikir untuk menyudahi semua ini..

Namun bukan hal yang mudah untuk ku lakukan..
Karna seluruh harapan telah tertumpah padamu..
Rasa takut selalu menghantuiku.
Aku merasa lelah jika harus terus membangun hati cinta tulus yang selalu
terabaikan.

Membuatku ragu akan cintamu. Seharusnya kau bisa mengobati lukaku..
Menghiburku dikala sedih karnamu..
Menemaniku disaat cemburu melanda..
Menjadikanku berarti dalam hidupmu..

Tapi..
Saat ku membutuhkanmu kau tak pernah ada..
Saat diriku ada kau selalu menjauh dariku..
Saat ku terluka kau biarkan aku menahannya..
Saat ku kejar kau seakan memusuhiku.. Sudah bosankah kau kepadaku...???

Cintamu kini seakan sirna bersama tenggelamnya diriku dalam kerapuhan.
Menahan semua kepedihan cintaku yang tak pernah kau rasakan.
Menjalani asmara yang tak pernah kau anggap diriku ada.

Hanya keyakinan yang mampu membuatku bertahan dengan sebuah harapan bahwa...

“Akan Ku Temukan Kebahagiaan Yang Setimpal Dengan Perjuanganku Meski Pun Bukan Darimu











Aku termenung meratapi kesedihanku..
Kecewa karna ketidak adilan cintamu..
Terkekang karna egoisnya dirimu..
Yang membuatku terdiam tanpa kata.. Terkadang aku berfikir..

Seberapa besar cintamu kepadaku..
Cinta dan setia yang ku berikan padamu..
Tak sebanding dengan yang ku terima..

Cinta yang kau janjikan..
Tak semanis yang ku terima..
Bagaikan racun yang kau berikan..
Walaupun pahit namun harus kutelan.. Tak ku tahu apa kesalahanku..
Tak ku tahu apa dosa yang ku lakukan padamu..

Hingga kau abaikan kehadiranku..
Kau anggap aku orang lain yang tak kau kenal..

Namun, meski kau telah menyakiti hati ini..
Tak akan ku lupa semua kenangan bersamamu..
Tak akan ku lupa kasih sayang yang pernah kau beri padaku…
Dan satu hal yang ingin ku ucap padamu
Terima kasih telah mencintaiku..